Edukasi Finansial Sejak Dini Sangat Dibutuhkan Perempuan

Mungkin ada yang pernah mendengar atau membaca pernyataan ini: “women often have less knowledge about financial and also lower acces to formal financial products than men”. Apakah ada yang sepakat dengan kalimat tersebut atau sudah mulai membuatnya menjadi terbalik dimana laki-laki memiliki kemampuan di bawah perempuan soal financial?

Tak perlu dipungkiri bahwa perempuan terlahir dengan kompleksitas yang boleh dibilang rumit. Menjalankan kehidupan tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi kelak akan berurusan dengan keluarga terutama anak-anak. Nah, hal yang paling sering menjadi tanggung jawab perempuan ketika telah berkeluarga adalah finansial. Perempuan dituntut sehebat mungkin dalam mengelola finansial agar keluarga tetap sejahtera. Namun, semua itu tak akan terwujud tanpa adanya skill atau kemampuan pada perempuan berupa edukasi finansial yang memadai.

Tanpa edukasi finansial sejak dini yang diterapkan, maka perempuan bisa saja hanya hanyut dan terjebak dalam lingkaran shopping yang tidak terkontrol. Mengalokasikan uang pada pos-pos yang sebenarnya tidak penting hingga mengeluarkannya pada investasi buntung. Jika sudah demikian, tak akan ada istilah sejahtera dalam keluarga.

Mungkin ada yang bertanya, kapan, dimana dan bagaimana edukasi finansial sejak dini itu harus diusahakan oleh perempuan? Silakan disimak penjelasan saya berikut:

Sejak Usia Anak-Anak

Jika dulu orang tua kita luput dalam hal edukasi finansial, tak ada salahnya bagi yang saat ini sudah memiliki anak untuk mengajarkannya kepada mereka. Tidak perlu dengan cara yang terlalu formal bahkan ekstrim. Contoh sederhana saja adalah dengan mengajari untuk menabung. Menabung juga tidak harus dengan nominal uang yang besar. Dimulai dari uang receh saja terlebih dahulu. Dengan begitu, secara tidak langsung anak diajar untuk menghargai nilai uang yang kecil.

Mengatur pola jajan anak-anak juga sangat penting. Ada baiknya mempersiapkan bekal atau sarapan dari rumah. Dan kalaupun tetap ingin memberikan jajan kepada anak, bisa melakukannya secara bersama-sama di akhir pekan atau pada saat akan melakukan belanja bulanan.

Selain itu, edukasi finansial juga bisa berupa anak diajar untuk berdonasi. Hal ini akan membuat anak menjadi peka terhadap sekelilingnya. Anak diajarkan bahwa di dunia ini tidak semua orang memiliki kemapanan finansial dan suatu saat akan membutuhkan uluran tangan dari sesama. Anak akan mengerti jika pada setiap rezeki (dalam bentuk uang misalnya) yang diperolehnya ada hak orang lain yang perlu disisihkan.

Nah, peran perempuan sebagai Ibu tentu sangat penting dalam melakukan metode di atas. Tak akan mungkin terlaksana jika Ibu juga buta akan financial knowledge. Ibu yang menjadi pemegang kendali dalam hal keuangan di rumah tangga harus pandai dalam mengeolanya. Salah sedikit saja, akan terjadi masalah yang bisa berdampak bagi seluruh anggota keluarga lainnya.

Edukasi Finansial dari Membaca Buku, Seminar atau Sejenisnya

Tak mendapatkan edukasi finansial dari orang tua atau kerabat bukan berarti harus bermasa bodoh. Sebab yang akan merasakan manfaatnya adalah kembali pada diri. Jika masih berstatus single mungkin akan seenaknya dengan finansial yang dimiliki (padahal seharusnya tidak demikian), tetapi jika sudah berkeluarga, aplikasi dari edukasi finansial sudah harus dipraktekkan.

Untuk itu, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperoleh edukasi finansial tersebut. Menghadiri seminar atau pertemuan yang membahas seputar pengelolaan finansial untuk kesejahteraan di masa mendatang bisa dilakukan, apalagi saat ini sudah bertebaran pakar-pakar finansial serta lembaga yang bergerak di bidang finansial. Tak hanya itu, membaca buku-buku yang membahas masalah pengelolaan finansial dengan mudah bisa ditemukan dimana-mana. Jadi, sebelum berumah tangga, pemahaman akan pengelolaan keuangan sudah diketahui dengan baik.

Lalu bagaimana dengan yang sudah terlanjur menikah tanpa edukasi finansial sebelumnya? Jawabannya sama saja. Tak ada kata terlambat untuk mempelajari hal-hal tentang pengelolaan finansial. Jika saat ini sibuk mengurus rumah tangga, tak perlu bingung. Layanan internet siap memberikan beragam informasi seputar finansial. Cukup mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan finansial di mesin pencari (search engine). Ilmu dapat, rutinitas rumah tangga tetap bisa dikerjakan sebagaimana biasanya.

Memilih Jasa Pengelolaan Finansial yang Baik

Mengelola keuangan memang bukan pekerjaan mudah, apalagi tanpa bekal edukasi finansial. Untuk itu, diperlukan bantuan sebuah lembaga atau industri yang bergerak di bidang jasa dan produk finansial dalam mengatasi keuangan, khususnya keuangan keluarga. Sun Life Financial contohnya. Industri tersebut bisa dijadikan sebagai partner dalam pengelolaan keuangan. Biasanya jika dibantu dengan industri finansial, secara tidak langsung industri tersebut memberikan edukasi finansial. Dengan demikian pengelolaan keuangan akan semakin terarah sesuai dengan tujuan dan cita-cita kehidupan keluarga kedepannya.

Edukasi finansial sejak dini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi seluruh perempuan di dunia ini. Belajar finansial akan menghapus hasil-hasil penelitian yang seringkali menyebutkan bahwa perempuan sangat minim ilmu tentang finansial. Bukan sekedar akan diterapkan pada keluarga dan generasi semata, tetapi juga menaikkan power perempuan dalam menentukan arah perekonomian keluarga yang tentu saja berimbas pada negara.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
One Response to “Edukasi Finansial Sejak Dini Sangat Dibutuhkan Perempuan”
  1. Relift Advanced Review says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *