Di Balik Layar RWManilaTrip (1): Sujud Syukur vs Janji Ayah yang Tertunda

Sujud syukur. Itulah hal pertama yang kulakukan saat mengetahui bahwa aku terpilih ke Manila untuk sebuah event bernama Resort World Manila Trip (RWManilaTrip). Bahagia bercampur sedih (baca: haru) karena tidak pernah menyangka jikalau di awal tahun 2012 aku benar-benar akan ke luar negeri. Wow wow wow… sangat fantastis perjalanan hidupku.

Tahun 2012 yang dikenal sebagai tahun akan terjadinya kiamat dunia, justru berbalik 180 derajat dengan hidupku. CEO Idblognetwork, Mbak Mubarika Darmayanti, memberikan kesempatan kepadaku terpilih sebagai satu-satunya blogger Indonesia yang akan mewakili beribu-ribu blogger untuk melakukan kunjungan ke Manila. Semuanya dalam rangka menulis laporan perjalanan sekaligus menceritakan pada khalayak ramai tentang Manila dan event yang akan diikuti.

Di Balik Layar RWManila Trip: Sujud Syukur vs Janji Ayah yang Tertunda

Bahagia karena akan ke luar negeri, namun sedih karena kebahagiaan ini tidak dapat dilihat langsung oleh mendiang ayahku tercinta, Drs. H. Usman Karateng. Betapa teringat jelas dalam benakku bahwa ke luar negeri (jalan-jalan ataupun belajar) adalah cita-citaku dengan ayah. Ayah pernah berjanji padaku bahwa kelak ketika Allah mengizinkan dan memberi umur panjang serta rezeki yang cukup, maka aku ingin diajak ayah untuk ke luar negeri (kemana saja) dengan pesawat Garuda Indonesia. Mengingat janji itu, aku meneteskan air mata di tiap sholatku sebelum keberangkatan ke Manila. Ada rasa ingin bertemu ayah dan memberitahukan kabar gembira itu. Tetapi apa daya, Allah terlalu mencintai ayah dibanding aku mencintainya sehingga ayah hanya mampu bertahan hidup dengan usia 57 tahun saja.

Dalam sujud syukur akan karunia ini, aku hanya mengirim doa dan harapan untuk ayah. Semoga kelak mampu bertemu di alam kekalNya dengan julukan orang-orang yang selamat. Kebahagiaanku kali ini adalah janji ayah yang tertunda meski kedua mata ayah tak mampu lagi melihatku tersenyum bahagia karena benar-benar mampu ke luar negeri, Manila.

Dibalik semua yang terjadi padaku saat ini, selalu ada semangat dan pesan ayah yang membuatku kuat untuk tetap bertahan meski sekeras apapun kehidupan yang kujalani.

Aku sayang padamu ayah…

Manila ini, untuk janjimu, janji kita berdua…

5 Responses to “Di Balik Layar RWManilaTrip (1): Sujud Syukur vs Janji Ayah yang Tertunda”
  1. Mursyal says:
  2. gaptek says:
  3. Raharto Heri says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *