“Coto Kuda” at Bantaeng

Pada akhir tahun 2009, saya menyempatkan diri untuk menghadiri sebuah acara “walimatul ‘ursy” (baca: pernikahan) yang berada di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Saat itu, saya menuju tempat itu dengan mengendarai sebuah motor. Perjalanan yang saya tempuh lumayan jauh dan lama. Sebab, saya start dari Makassar pukul 14.00 WITA dan tiba di lokasi pada pukul 20.00 WITA.

Perjalanan yang sangat melelahkan namun menyenangkan sebab, terlalu banyak hal yang indah di sepanjang jalan yang bisa saya saksikan. Keindahan alam yang hanya bisa dirasakan oleh saya saat itu sangat menyentuh. Apalagi ketika harus melewati sepanjang pantai Bantaeng. Riuk ombak yang sangat menderaskan hati untuk segera berucap syukur atas ciptaanNya yang tiada tara.

Karena penasaran dengan makanan yang bernama Coto Kuda, akhirnya sayapun mampir di Kabupaten Bantaeng, tepatnya di pusat kota untuk mencari makanan ini. Dan walhasil, ketemu juga dengan warung makan yang menjajakan Coto Kuda. Awalnya saya sedikit jijik karena melihat kuahnya sedikit lebih kental daripada Coto Daging Sapi biasanya, namun karena kelaparan, perut saya tidak peduli lagi. Sebab, saya khawatir, jika tidak makan pada saat itu, tak ada lagi warung yang saya temukan selain warung ini (lupa nama warungnya).

 

Coto Kuda at Bantaeng

Sekali suap… Hmm… rasanya maknyus… Coto kuda memiliki ciri khas rasa tersendiri. Daging yang ulet namun empuk membuat perut saya meminta untuk terus diisi. Baru kali ini makan coto kuda dan rasanya pas di lidah.

Bagi teman-teman yang penasaran, kalau jalan-jalan ke daerah Bantaeng ataupun sekitarnya, jangan lupa yah makan coto kuda… Dijamin maknyus rasanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *