Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.
Puisi: Cinta Pertama sengaja kuhadirkan sebagai bentuk aplikasi dari rasa yang tak pernah tersampaikan secara nyata. Hanya mampu kukenang dan tak sanggup kudekap dalam kerinduan membahana. Ingin menjadi alas pada sebuah doa penghantar pada kebahagiaan sejati.
Wahai sosok yang tak pernah muram
Kulihat jelas mata itu penuh cinta
Hingga mata terpejam
Rasa itu... [ Lanjutkan membaca... ]
Sesak yang Berlanjut merupakan puisi yang lahir beberapa jam lalu. Rasa yang tumbuh ketika seseorang menghadang dengan murka. Mencoba mencari celah untuk membuatnya tersenyum namun yang ada hanya air mata. Mungkin di sana, kebahagiaan telah menyelimutinya. Namun entah mengapa sedih yang terkirim via telepon.Di sebuah sudut bumi, aku coba mencari udara Menapaki setiap celah yang mampu memberi bahagia Menanyakan kepada siapa saja yang kutemui... [ Lanjutkan membaca... ]
Puisi merupakan cara terbaik dalam melampiaskan isi hati ataupun sekelumit pikiran yang kalut. Tidak usah melampiaskannya dengan NARKOBA atau hal-hal yang efek sampingnya berbahaya. Meski tak sehebat karya WS Rendra atau Chairil Anwar yang penting mencoba dan terus mencoba. Ketika terus mencoba, lama-kelamaan akan terbiasa menuliskan yang terbaik dari waktu ke waktu.
Bunyi yang membuatku penat
Tak mengerti maksud dan tujuannya apa
Aku... [ Lanjutkan membaca... ]
Surat Kecil untuk Papa di Syurga aku hadirkan sebagai rasa rinduku yang teramat sangat dengan mendiang Papa. Sejak ditinggal pergi selama-lamanya (tanggal 13 Oktober 2010), kehidupanku semakin menantang sikap kedewasaanku tanpamu, Papa.
Dear Papa...
Pa...
Apa kabar, Pa?
Masihkah Papa mengenalku?
Masihkah Papa merinduiku?
Pa...
Tidak lama lagi Ramadhan 1433 H tiba
Sudah dua Ramadhan Papa tak ada
Sudah dua tahun aku menguntai... [ Lanjutkan membaca... ]
By: Amma O'Chem
Dia
Sebuah nama yang tak lagi rahasia
Dia
Sebuah rupa yang tak lagi tertutup asa
Dia
Sosok yang berada di seberang sana
Dia
Nahkoda rumah tanggaku
Wahai Rabb-ku
Tuntun langkahnya
Mudahkan urusannya
Murahkan rezekinya
Ceriakan hari-harinya
Sehatkan raganya
Luruskan niatnya
Lembutkan tuturnya
Satukan tekadnya
Genggam hatinya
Tenagkan jiwanya
Bantu masalahnya
Hingga akhirnya
Aku kembali bertemu... [ Lanjutkan membaca... ]
Cinta...
Sebuah kata yang bermakna luas
Sebuah kata yang berartikan angkasa mega
Sebuah kata yang berdefinisi samudera
Ketika cinta tak harus memiliki
Biarkan cinta berada dalam singgasana agar mengerti
Ketika cinta berakhir perih
Tak ada salah untuk bersedih
Namun...
Jangan pernah menyalahkan diri karena cinta
Sebab ada Dzat yang Maha Mengetahui semuanya
Cinta untuk siapa dan dari siapa
Cinta...
Andai saja semua selalu berakhir... [ Lanjutkan membaca... ]
Sesak
Batinku sungguh sesak
Menanti hari berganti hari
Detik berputar ke detik selanjutnya
Terdiam dalam rasa yang tak terdefinisi
Sejenak aku melangkah jauh
Mencoba tersenyum di balik kegalauan rasa
Ingin menangis tetapi dada tak sanggup menopang
Rasa itu dating seterusnya, setiap hari bahkan setiap detik
Melihatmu dalam bingkai lensa
Menatapmu dalam apiknya deretan potret
Mendengarmu dalam rekaman nada yang menyayat
Aku... [ Lanjutkan membaca... ]
Awal tahun 2012
Membuka sebuah lembaran yang begitu bersih
Menuangkan segenap ide dan juga setumpuk asa
Hingga kemudian takdirNya membuatku bertemu rasa
Rasa yang selama ini sudah terpendam lama dan menyiksa
Walau akhirnya kemudian aku yakin DIA akan memberikan bahagia
Sejenak aku melirik dalam bingkai masa lalu
Kuingat buku album yang kemudian kutinggalkan
Masih teringat jelas memori sakit dan juga bahagia
Namun semuanya harus... [ Lanjutkan membaca... ]
Dear, Mama
Mama
Genap sudah 46 tahun hidup
Tak terasa semakin menua
Dan kuharap bijakmu tak pernah redup
Mama
Kini papa tak bersamamu
Tetapi jangan ragu
Ada adik dan juga aku
Selalu mendoakanmu
Mama
Ragaku jauh
Tetapi cintaku seluruh
Tak pernah menjauh
Hanya untukmu seluruh
Mama
Dalam diam aku bertanya
Masihkah hatimu kuat tanpa papa
Dan semoga terus begitu nyatanya
Mama
Papa bahagia punya mama
Bahagia menjadi... [ Lanjutkan membaca... ]
Dear, my sweetheart
Sedang apakah dirimu disana?
Merindu jugakah?
Berputar jam dan juga hari
Mencoba memaknai setiap detik yang bersemi
Tetap saja tangisku terus berlari
Merindumu dalam sangka yang tak kutahu pasti
Merindumu dalam dekapan waktu yang tak bertepi
Sedang apakah dirimu saat ini?
Merindu jugakah?
Seolah kutatap mata untuk tak berlalu
Mengais setiap senyuman yang tercipta kelu
Hilang semua hati yang semu
Entah apa... [ Lanjutkan membaca... ]
Senyummu yang Selalu Memberikan Semangat
Adinda...
Hari ini kau pergi dengan sejuta tanya
Aku hanya bisa menemani langkahmu dengan doa
Oktober telah melukiskan lagi satu tanggal hitam dalam hidupku setelah ayah
Namun...
Aku tetap akan berusaha disini, meski tanpamu
Dan kutahu akan menemuimu disyurgaNya kelak
Dinda...
Maafkan kakak yang tidak mampu ada disisimu
Maafkan kakak, sayang
Maafkan
Hari ini kamu yang... [ Lanjutkan membaca... ]
Kala hujan menggoda
Gemericiknya terus melanda
Semakin lama semakin terasa
Tetap saja terus menggoda
Karena aku hanyalah pecinta
Pecinta hujan yang mati rasa
Oleh amukan asa
Semua pergi
Meski hujan masih setia menemani
Meski semua masih sepi
Hujan tetap disini
Bersamaku disini
Kala hujan menggoda
Selalu saja ada asa
Meski harus ikhlaskan rasa
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis... [ Lanjutkan membaca... ]
Rintik tetap tak berhenti
Akupun seolah tak mengerti
Padahal ku selalu sadar diri
Hujanku tak pernah berlari
Walau hanya berlari-lari
Tetap saja ku tak memahami
Kucinta hujan
Layaknya ku ingin pegangan
Biarkan aku menangis sedu sedan
Hingga air mata tak terkenan
Rintikmu berganti kederasan
Semakin tak menentukan perasaan
Hujan…
Biarkan ku menangis dibalik titikmu
Agar tak akan pernah ada yang tahu
Tahu... [ Lanjutkan membaca... ]
Hujan…
Gemericikmu semaikan luka
Membasahi setiap rongga
Hingga ku tak tahu ada asa
Cepat sekali dentumanmu pergi
Meski kutahu kusukaimu hujan
Tak beralaskan rasa iri
Meski hanya sebuah kemungkinan
Hujan…
Begitu cepat dirimu berlalu
Mengusik setiap deringan lagu
Walau sebenarnya hatiku pilu
Hujan…
Tiap tetesmu aku titipkan kata
Salam perpisahan semata
Walau kutakpernah sudi berkata
Bahwa... [ Lanjutkan membaca... ]
Seringkali datang namun terpaku
Melewati petang hingga malu
Menerjang suramnya waktu
Malam
Tak pernah bisa alpa sehari
Untuk menanti pagi
Malam
Kau torehkan sejenak sesak dihati
Lalu tercampakkan lagi
Malam
Selalu saja datang namun kelam
[ Lanjutkan membaca... ]