“Al, tunggu aku!”
“Sudahlah. Tak usah peduli denganku. Kamu memang tidak pernah bisa mencintaiku.”
“Tunggu, Al. Kita bisa selesaikan ini baik-baik.”
“Nggak usah, Do. Urusi saja perempuan itu. Aku benciii... aku benciii...!” Al terus berjalan menjauh dan semakin menjauh dari Aldo. Gerakan kakinya terus dipacu agar semakin cepat.
“Al, ini sudah malam. Apa kamu nggak takut di depan itu lampu jalan semua mati?” Teriak Aldo... [ Lanjutkan membaca... ]
Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.
Puisi: Cinta Pertama sengaja kuhadirkan sebagai bentuk aplikasi dari rasa yang tak pernah tersampaikan secara nyata. Hanya mampu kukenang dan tak sanggup kudekap dalam kerinduan membahana. Ingin menjadi alas pada sebuah doa penghantar pada kebahagiaan sejati.
Wahai sosok yang tak pernah muram
Kulihat jelas mata itu penuh cinta
Hingga mata terpejam
Rasa itu... [ Lanjutkan membaca... ]
"Kereta kuda hanya untuk para ratu dan penyihir."
"Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika aku menginginkannya?" kata Shioban sambil mendelik ke arah jin penjaga.
“Aku akan menuruti keinginanmu dengan satu syarat.” Ucap jin penjaga.
Shioban terdiam sejenak dan mengira-ngira syarat yang akan diajukan si jin penjaga. Tangan Shioban terus bermain dan terlihat kening Shioban mengernyit.
“Hmmm... baiklah. Asal jangan terlalu berat yah,... [ Lanjutkan membaca... ]
Sesak yang Berlanjut merupakan puisi yang lahir beberapa jam lalu. Rasa yang tumbuh ketika seseorang menghadang dengan murka. Mencoba mencari celah untuk membuatnya tersenyum namun yang ada hanya air mata. Mungkin di sana, kebahagiaan telah menyelimutinya. Namun entah mengapa sedih yang terkirim via telepon.Di sebuah sudut bumi, aku coba mencari udara Menapaki setiap celah yang mampu memberi bahagia Menanyakan kepada siapa saja yang kutemui... [ Lanjutkan membaca... ]
Sesak. Dua tahun sudah Alika menjadi tawanan luka. Tak pernah berharap mendiang Ayahnya begitu cepat dipanggil sang Maha Kuasa. Pandangannya selalu kosong. Tak pernah berani sendiri tanpa sosok manusia berada dalam satu atap dengannya. Alika pernah setengah tak sadar. Seolah sosok Ayahnya berdiri tiba-tiba dan mencoba memeluk layaknya kerinduan telah tertimbun menahun.
“Di, aku rindu Ayah. Aku ingin ikut saja. Matiii...!” Ucap Alika... [ Lanjutkan membaca... ]
“Al, hari ini kamu ada acara?”
“Ada. Pameran buku di mall.”
“Aku jemput kamu.”
“Eh, gak usah. Aku pergi sama teman-teman kampus, kok.”
“Siapa aja?”
“Banyak... ada Nancy, Yuri, Steven, Oka...”
“Siapa??? Steven lagi? Aku sudah bilang ke kamu, aku tak suka kamu sering bertemu Steven.”
“Do, Plis deh... Steve itu teman kuliahku. Wajar donk kalau dia ada. Emang kenapa, sih?”
“Kamu lupa ya? Aku tidak suka cowok... [ Lanjutkan membaca... ]
Puisi merupakan cara terbaik dalam melampiaskan isi hati ataupun sekelumit pikiran yang kalut. Tidak usah melampiaskannya dengan NARKOBA atau hal-hal yang efek sampingnya berbahaya. Meski tak sehebat karya WS Rendra atau Chairil Anwar yang penting mencoba dan terus mencoba. Ketika terus mencoba, lama-kelamaan akan terbiasa menuliskan yang terbaik dari waktu ke waktu.
Bunyi yang membuatku penat
Tak mengerti maksud dan tujuannya apa
Aku... [ Lanjutkan membaca... ]
Separuh Aku di BN2012 Makassar. Kalimat ini mungkin terkesan lebay/alay. Tetapi tidak bagiku. Tak banyak yang tahu bahwa BN2012 menyisakan segudang cerita yang kukemas dengan caraku sendiri. Pesona alam Kota Daeng yang tak jauh dari kota kelahiranku sendiri merasuki setiap aliran darah yang membuatku tetap berdiri kokoh di BN2012 Makassar.
Mungkin aku mulai bercerita pada saat keputusan bahwa “Aku tak dapat berangkat ke Makassar untuk... [ Lanjutkan membaca... ]
Dalam ruang yang penuh asa dan cita, selalu terngiang suara riuh ramainya ketika kelak engkau hadir menemani setumpuk cinta yang telah kami tanam sejak April 2012 lalu.
Membayangkanmu menemani hari-hari kami sungguh bagaikan menantikan kebahagiaan yang tidak pernah bisa digantikan dengan nominal uang ataupun harta lainnya.
Kepadamu calon pelipur lara...
Jika saja benar engkau hadir kelak, maafkan kekurangan yang dimiliki kami, abah dan... [ Lanjutkan membaca... ]
Surat Kecil untuk Papa di Syurga aku hadirkan sebagai rasa rinduku yang teramat sangat dengan mendiang Papa. Sejak ditinggal pergi selama-lamanya (tanggal 13 Oktober 2010), kehidupanku semakin menantang sikap kedewasaanku tanpamu, Papa.
Dear Papa...
Pa...
Apa kabar, Pa?
Masihkah Papa mengenalku?
Masihkah Papa merinduiku?
Pa...
Tidak lama lagi Ramadhan 1433 H tiba
Sudah dua Ramadhan Papa tak ada
Sudah dua tahun aku menguntai... [ Lanjutkan membaca... ]
Gerimis Sepenggal Senja – Ketika Senja Mengeja Setiap Episode Hidup dalam Kata adalah sebuah buku berisi cerpen, beraliran thriller-surealisme yang pantas dimiliki oleh insan pembaca dan penulis.
Judul Buku
:
Gerimis Sepenggal Senja
(Hylal dalam Episode I)
Penulis
:
Hylla Shane Gerhana, Endang SSN, dkk
Penerbit
:
AG Publishing, Yogyakarta
Tahun Terbit
:
2012
Tebal Buku
:
199... [ Lanjutkan membaca... ]
By: Amma O'Chem
Dia
Sebuah nama yang tak lagi rahasia
Dia
Sebuah rupa yang tak lagi tertutup asa
Dia
Sosok yang berada di seberang sana
Dia
Nahkoda rumah tanggaku
Wahai Rabb-ku
Tuntun langkahnya
Mudahkan urusannya
Murahkan rezekinya
Ceriakan hari-harinya
Sehatkan raganya
Luruskan niatnya
Lembutkan tuturnya
Satukan tekadnya
Genggam hatinya
Tenagkan jiwanya
Bantu masalahnya
Hingga akhirnya
Aku kembali bertemu... [ Lanjutkan membaca... ]
Cinta...
Sebuah kata yang bermakna luas
Sebuah kata yang berartikan angkasa mega
Sebuah kata yang berdefinisi samudera
Ketika cinta tak harus memiliki
Biarkan cinta berada dalam singgasana agar mengerti
Ketika cinta berakhir perih
Tak ada salah untuk bersedih
Namun...
Jangan pernah menyalahkan diri karena cinta
Sebab ada Dzat yang Maha Mengetahui semuanya
Cinta untuk siapa dan dari siapa
Cinta...
Andai saja semua selalu berakhir... [ Lanjutkan membaca... ]
“Al, main ke rumahku yuk!” Ajak Vina lewat pesan di BBM-nya.
“Aduh… maaf yah Vin. Besok aku harus ke Hong Kong. Ada jadwal seminar mendadak nih. Aku harus hadir dan tidak bisa diwakilkan siapapun,” balas Alma dengan panjangnya.
“Wow… Hong Kong? Enak tuh. Ikuuuttt…!!!” Balas Vina sambil merengek.
“Hahaha… Kalau mau ikut, kamu masuk bagasiku saja yah. Ada free bagasi 20 kg tuh.“ Jawab Alma sambil bercanda.
“Take care,... [ Lanjutkan membaca... ]
Banyak Teman, Wawasan Menjadi Luas. Sebagai makhluk sosial, banyaknya teman adalah sebuah bentuk komunikasi yang sangat kompleks. Kompleksitas yang terbentuk tersebut tidak hanya berkisar pada lingkungan tempat tinggal saja. Orang-orang yang berada di luar negeri juga merupakan bagian dari kompleksitas hubungan komunikasi tersebut. Namun, hubungan dengan orang-orang yang berada di luar negara kita tentu saja tidak dapat terjalin tanpa alat... [ Lanjutkan membaca... ]