Cara Menulis Resensi Buku Ilmiah

Cara menulis resensi sepertinya tidak hanya ingin diketahui oleh orang-orang yang bergelut di bidang sastra saja, akan tetapi siapa saja yang berinteraksi dengan sebuah benda bernama “buku”. Seorang pembaca yang baik tentu saja mengetahui alur cerita dari sebuah buku, baik itu buku fiksi maupun non fiksi.

Buku non fiksi antara lain buku kuliah, biografi sedangkan buku fiksi seperti cerpen, novel, dan bentuk-bentuk cerita lainnya yang berupa cerita fiktif, meskipun ada yang diangkat dari kisah nyata. Cara menulis resensi sebaiknya menjadi kemampuan untuk diketahui.

Adapun cara menulis resensi khususnya bagi pembaca buku-buku ilmiah, yaitu dengan mencantumkan data buku di awal resensi seperti:

1. Judul

Judul adalah hal paling pertama yang harus diketahui oleh pembaca. Bagaimana mungkin seorang pembaca membaka buku tanpa tahu judul buku yang dibaca? Aneh bukan???

2. Penulis

Secara umum, pembaca akan sangat senang menuliskan resensi sebuah buku jika penulisnya adalah orang-orang ternama, seperti Buku Kimia Fisik yang ditulis Dogra. Buku ini menarik untuk diresensi sebab di dalam bukunya terdapat berbagai macam jenis soal dan rumus untuk penyelesaian kasus.

3. Penerbit

Nama penerbit harus dicantumkan dalam cara menulis resensi yang baik sebagai bentuk publikasi sebuah media publishing yang mempelopori buku tersebut.

4. Sampul

Sampul disini adalah berupa keterangan tentang jenis sampul yang digunakan. Apakah buku tersebut menggunakan hard cover atau soft cover? Tergantung dari keterangan buku yang diresensi.

5. Edisi Ke-/Cetakan Ke-

Edisi atau cetakan perlu dicantumkan untuk mengetahui seberapa sering buku tersebut diproduksi, hal ini juga sebagai bentuk promosi secara tidak langsung akan buku tersebut.

6. Jenis kertas + Jumlah Halaman

Jenis kertas juga boleh dicantumkan sebagai pelengkap dan jumlah halaman juga penting untuk dituliskan sebagai bentuk gambaran tebal tipisnya sebuah buku yang diresensi.

7. Tahun Terbit

Tahun terbit sebaiknya dituliskan agar menunjukkan kapan buku tersebut dibuat dan tahun terbit ini juga mengindikasikan seberapa baru informasi yang ada di dalam buku tersebut.

8. ISSN/ISBN

Nomor ISSN atau ISBN buku yang diresensi juga boleh dicantumkan sebagai bentuk keabsahan sebuah buku yang telah terbit.

Setelah menuliskan beberapa poin di atas sebagai unsur-unsur cara menulis resensi, maka penulis resensi kemudian memulai untuk meresensi lebih jauh buku tersebut dengan menuliskan:

  1. Tujuan, Manfaat dan Sasaran dari Buku tersebut di awal penulisan resensi. Penulis resensi harus mengetahui tujuan buku tersebut dibuat, manfaat bagi pembaca serta sasaran utama dari penulis buku tersebut.
  2. Selain itu, dibagian pendahuluan resensi juga ditambahkan tentang pandangan penulis resensi tentang buku tersebut yang dibandingkan dengan buku-buku lainnya yang sejenis.
  3. Komentar tentang isi buku menurut pandangan penulis resensi secara umum. Penulis dapat memberikan pandangan dari sudut pandang penulis buku tersebut dengan melihat biografi penulis buku yang diresensi.
  4. Kelemahan buku, baik berupa jenis huruf, isi, desain buku, pengetikan, pemilihan warna, jenis bahasa dan yang lainnya sesuai dengan hasil pengamatan penulis resensi yang sudah membaca buku tersebut
  5. Kelebihan buku, selain kelemahan tentu saja ada kelebihan yang dapat dilihat dari sebuah buku yang dibaca.
  6. Kesimpulan, diakhir resensi buku, penulis resensi sebaiknya menggunakan kalimat yang mengajak pembaca lainnya untuk membaca buku ini dengan menuliskan kalimat-kalimat positif tentang buku ini.

Demikian cara menulis resensi yang dapat ditampilkan kali ini. Selamat meresensi buku-buku yang anda miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *