Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir

Saya jadi ingat ketika anak dari adik saya menyanyikan lagu seperti ini:

Ingin sehat dan selamat cuci tangan

Telungkupkan dua tangan bergantian

Mengatup dan mengunci lalu putar ibu jari

Terakhir gosok-gosok ujung jari

Mendengar lirik dan nada sederhana dari lagu cuci tangan tersebut membuat saya tersenyum dan juga sedikit introspeksi diri. Saya kemudian ikut mengingat sudah berapa kali dalam sehari saya cuci tangan. Baik sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apa saja.

Terlihat atau terdengar hal sepele namun kebersihan tangan ternyata sangatlah penting. Bahkan tidak sedikit orang tua yang kurang memahami pentingnya cuci tangan untuk dijadikan budaya dalam kehidupan sehari-hari terhadap anaknya. Padahal menurut informasi dari UNICEF bahwa lebih kurang 1,9 milyar anak-anak di dunia ini terserang penyakit karena tidak adanya kebiasaan mencuci tangan. Dan cuci tangan menjadi salah satu jenis sanitasi buruk yang menyebabkan anak-anak tersebut sakit dan akhirnya tidak ke sekolah.

Anak – anak sangat sulit diajak untuk melakukan kebiasaan cuci tangan karena dianggap aktivitas yang “sepele” bahkan “tidak menarik”. Untuk itu orang tua harus berada di baris depan dengan memberikan contoh terlebih dahulu. Saya pun kemudian menyadari bahwa kebiasaan cuci tangan itu sangat penting, apalagi jika ditanamkan sejak dini. Meskipun anak saya masih usia 6 bulan, saya mulai membiasakan mencuci tangannya sambil memperdengarkan kalimat-kalimat mengenai manfaat cuci tangan.

Memang bayi usia 6 bulan belum mampu merespon apa yang disampaikan tetapi setidaknya sudah “terekam” dalam memorinya bahwa sejak usia bayi, saya sudah memperkenalkan betapa pentingnya cuci tangan. Begitupun dengan saya pribadi, selalu membiasakan diri mencuci tangan sebelum menyentuh si kecil (apalagi jika akan menyusui atau memberi MPASI). Hal ini lagi-lagi untuk menghindarkan si kecil dari berbagai macam kemungkinan penyebaran bakteri penyakit melalui tangan.

Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar

Dari Dinas Kesehatan sendiri telah mengeluarkan bagaimana tata cara cuci tangan yang baik dan benar. Cara ini dianggap sebagai bentuk perlindungan dan pertahanan diri dari bakteri atau kuman penyakit yang bisa datang menyerang kapan saja. Berikut caranya:

  • Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir
  • Gunakan sabun di bagian telapak tangan yang telah basah
  • Gosok telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya, sehingga menghasikan busa secukupnya selama 15-20 detik
  • Bilas kembali dengan air bersih dan mengalir
  • Tutup kran dengan siku atau tissue
  • Keringkan tangan dengan tissu / handuk kertas
  • Hindarkan menyentuh benda disekitarnya setelah mencuci tangan.

Dan untuk lebih jelasnya bisa melihat pedoman cuci tangan pada skema di bawah ini:

Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir

Sumber gambar: astronesia.blogspot.com

NB:

Usahan menggunakan sabun cair (bukan batangan) untuk menghindari kuman dari tangan masih menempel pada sabun. Dan gunakan air mengalir yang bersih yah, sebab banyak air mengalir namun belum tentu bersih 😀

#10HariNonstopNgeblogGizi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2 Responses to “Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir”
  1. zul adz says:
  2. elvira says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *