Buah Mengkudu dan Kisah Masa Lalu

Buah Mengkudu dan Kisah Masa Lalu  – Saya jadi harus sedikit menengok ke belakang jika bicara soal tanaman yang bisa dijadikan obat. Tepatnya saat saya mulai memasuki masa remaja. Yap, masa remaja dimana saya ingat betul betapa aktifnya say saat itu. Hampir seluruh kegiatan ekstrakurikuler sekolah saya ikuti. Bukan untuk nilai, bukan sama sekali. Hanya karena saya paling tidak bisa diam di rumah.

Buah Mengkudu dan Kisah Masa Lalu

Aktivitas saya yang padat tersebut menjadikan saya tidak bisa untuk tidak mandi lebih sering. Volume keringat yang banyak dari dalam tubuh pun harus segera di atasi. Ibu-ibu yang kini sedang menikmati masa usia remaja putra-putrinya pun tahu kondisi tersebut. Bau badan akibat keringat setelah beraktivtas seharian ternyata bisa menjadi masalah dalam pergaulan. Untungnya, ibu saya masih memegang teguh tradisi sehingga banyak ilmu-ilmu tempo doloe yang diterapkan juga pada saya saat remaja.

Bau badan untuk anak remaja putri itu adalah masalah besar. Ibu selalu mengingatkan hal tersebut sehingga saya harus benar-benar menjaga tubuh tetap wangi sepanjang hari. Namun, kondisi wangi tubuh setiap remaja pun berbeda. Ada yang keringat sedikit bisa langsung menyebarkan bau tidak sedap, ada pula yang meskipun keringatnya sudah membasahi baju (utamanya baju seragam sekolah), tetapi bau badan itu tidak tercium bahkan tidak ada. Dan senjata ibu saya untuk menjaga agar bau badan menjauh dari tubuh saya adalah Mengkudu.

Yap, sekilas buahnya menggiurkan. Tetapi aduhai… baunya minta ampun membuat saya harus tutup hidung saat mengkonsumsinya. Bahkan saya masih ingat harus berpura-pura sudah mengkonsumsi dengan menempelkan sedikit daging buahnya ke sekitar area bibir. Tujuannya yaa pasti agar ibu tidak marah dan ngomel sepanjang hari. Duh, kebayang deh rasanya dipaksa makan Mengkudu!

Beda dengan sekarang, Mengkudu sudah bisa diperoleh dalam bentuk ekstrak yang dikemas dalam kapsul atau kaplet. Saya merasakan manfaatnya sampai sekarang. Bau badan tidak lagi menjadi alasan untuk percaya diri yang hilang. Memperoleh Mengkudu pun cukup mudah. Hanya dengan memetik buahnya di pohon tetangga sebelah. Dan betapa mudahnya karena tetangga ibu mertua saya pun memiliki pohon Mengkudu dengan buah yang melimpah ruah. Saya seringkali melihat buah yang sudah matang jatuh berserakan begitu saja dan membusuk di atas tanah. Sayang sekali tidak dimanfaatkan lebih jauh. Kadang saya hanya meminta secukupnya saja. Karena jika terlalu banyak pun khawatir akan menjadi mubazir.

Oiya, lewat artikel ini pula saya ingin sedikit memperkenalkan taksonomi buah Mengkudu. Mungkin ada yang belum tahu dan sedang mencari lebih jauh lagi soal buah dengan bentuk yang lucu ini.

Taksonomi Buah Mengkudu

Kingdom: Plantae

Filum: Angiospermae

Sub Filum: Dycotiledones

Divisi: Spermathophyta

Famili: Rubiaceae

Genus: Morinda

Spesies: citrifolia

Sehingga sering kita mendapati buah Mengkudu disebut dengan nama Latin Morinda citrifolia L. Karena jenis inilah yang pali populer di kalangan masyarakat, dari 20 jenis spesies yang bernilai ekonomis.

Manfaat Buah Mengkudu

Sebagaimana yang sudah saya ceritakan di atas bahwa Mengkudu mampu menghilangkan bau badan jika dikonsumsi, manfaat lainnya pun sangat banyak. Tak hanya sekadar buah saja, tetapi hampir seluruh bagian tumbuhan Mengkudu memiliki manfaat sesuai dengan senyawa metabolit sekunder yang dikandung. Namun, secara garis besar dan berdasarkan hasil penlitian, buah Mengkudu banyak digunakan karena manfaatnya untuk:

  • Anti Oksidan
  • Anti inflamasi
  • Anti bakteri yang bisa menimbulkan infeksi
  • Memperlancar peredaran darah
  • Menyehatkan tulang
  • Meredakan asam urat
  • Dan masih banyak lagi manfaat buah Mengkudu

Saya bersyukur bisa diperkenalkan dengan buah Mengkudu saat masih kecil. Saat ini saya tidak lagi khawatir dengan bau badan akibat bakteri yang berkembang saat berkeringat. Dan semoga tetangga tidak menebang pohon Mengkudu agar orang-orang di sekitarnya bisa memanfaatkannya seperti saya.

Kalau kamu sendiri ada kisah apa dengan buah Mengkudu?

5 Responses to “Buah Mengkudu dan Kisah Masa Lalu”
  1. Rani R Tyas says:
  2. eda says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *