Blogger dan Etika terhadap Hoax

Blogger dan Etika terhadap Hoax – Sudah bukan hal baru ketika membicarakan blogger pasti ada hubungannya dengan informasi yang disampaikan. Baik itu melalui blog atau media social yang dimiliki oleh blogger itu sendiri.

Rupanya masih saja ada blogger yang tergelincir pada zona dimana semua informasi langsung disebarkan begitu saja, tanpa mencari tahu dulu kebenaranya. Apalagi jika informasi tersebut disampaikan melalui media chatting seperti WhatsApp, BBM dan lainnya. Tanpa sadar tangan kita dengan mudahnya menyebarkan apa yang kita peroleh karena alasan sangat meyakinkan ketika membacanya. Bahkan meskipun benar, tetap saja sebaiknya memiliki rasa penasaran yang tinggi dalam hal kebenaran informasi tersebut.

Dan inilah tips melawan hoax yang selalu saya lakukan, setidaknya untuk menjaga diri sendiri dari bagian penyebaran berita:

Say No to HOAX

  • Baca Teliti; setiap informasi yang masuk perlu dibaca sampai selesai. Tidak mudah terpancing dengan hanya kalimat awal saja kemudian jari dengan mudahnya klik “share”. Bahkan terkadang membaca keseluruhan pun masih ada kemungkinan interpretasi yang berbeda. Jadi, budayakan membaca dengan teliti itu bagus.
  • Cari Kebenaran; setelah membaca dengan teliti, coba mengambil sikap dengan mencari tahu kebenaran akan informasi berita tersebut. Bisa bertanya ke teman-teman di grup atau mungkin keluarga yang ada kaitannya dengan bidang informasi yang kita dapatkan tersebut. Karena menyebar berita yang tidak benar otomatis kita pun ikut andil di dalamnya.
  • Stop “Copas dari Grup Sebelah”; pasti sudah sering kita mendapati info-info broadcast yang diawali dengan kalimat ini. Jujur saja saya pun pernah melakukannya, namun lambat laun akhirnya sadar bahwa tidak semua informasi bisa dengan mudahnya di-copy paste hanya untuk bahan diskusi. Namun, jika itu terpaksa dilakukan, maka perhatikan poin-poin sebelumnya di atas.
  • Jaga Jari; selama menjadi blogger tentu tidak lepas dengan aktivitas jari di atas keyboard laptop atau Sudah menjadi kewajiban kita sebagai blogger untuk menjaga jari untuk tidak mudah menuliskan hal yang tidak benar.
  • Situs Berita; setiap hari portal-portal berita akan menyuguhkan informasi baru atau updating berita kemarin. Sudah selayaknya blogger selektif dalam memilih portal berita yang memang menyajikan berita yang benar dan disertai sumber atau referensi yang benar pula.
  • Bahasa Hoax; nah, ini nih yang penting. Sekian banyak berita hoax yang beredar tentu bisa dibedakan gaya bahasa yang dipakai. Mayoritas menggunakan bahasa tendensi ke suatu sisi/pihak tanpa membandingkan pihak lainnya.

Blogger dan Etika terhadap HOAX

Nah, tips melawan hoax di atas jika ingin dijadikan referensi akan sangat senang sekali karena saya bisa memberikan manfaat kepada pembaca. Dan khususnya untuk blogger, yuk mulai sekarang untuk tidak terlalu mengandalkan euphoria ketika mendapatkan informasi broadcast. Karena tidak semua orang yang membuka internet memiliki pemahaman yang sudah baik tentang dunia informasi. Jika kita ikut menyebarkan berita hoax, bisa dibayangkan nasib manusia-manusia di Indonesia, bukan?

6 Responses to “Blogger dan Etika terhadap Hoax”
  1. Jeri says:
  2. f.nugroho says:
  3. Rindang says:
  4. Ririe Khayan says:
  5. aezen says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *