Be A Blogger is My Life Challenge

Bicara soal blogger tak akan terlepas dari sebuah aktivitas yang bernama blogging (nge-blog). Aktivitas ini pertama kali saya kenal dan mulai melakukan pendekatan sejak tahun 2008. Saat itu di sebuah cafe internet (baca: warnet) saya menemukan keasyikan seseorang yang menjawab setiap komentar atas tulisannya. Atas dasar rasa penasaran saya terus bertanya pada orang itu dan senangnya saya karena semua informasi tentang blogging disampaikan dengan gratis.

Sejak kecil memang saya senang menulis diary. Entah kini beberapa buku diary tersebut terbuang atau mungkin tersimpan di suatu tempat yang tak terlihat. Sampai detik ini juga sebenarnya saya masih menulis diary ketika koneksi internet meng-galau-kan jemari yang akan menulis.

Awalnya, kupikir blogging hanya kegiatan having fun semata. Tak pernah terbesit sebelumnya bahwa dengan menulis, semua mata di dunia nyata yang berselancar di dunia maya membaca tulisan tersebut. Dan harus saya akui, tulisan-tulisan pertama saat nge-blog hanyalah suara hati alias curhat ketika sedang dalam kondisi bermasalah. Hingga pada suatu ketika saya bertemu dengan beberapa manusia yang hampir seluruh waktunya di dunia maya memperkenalkan ada “sesuatu yang lebih fantastis” dari kegiatan blogging itu sendiri.

Yah, saya kemudian tercerahkan. Sehingga boleh dibilang memulai aktivitas nge-blog dengan sungguh-sungguh pada tahun 2011. Tahun itu yang membuka mata saya lebar-lebar bahwa dengan menulis di blog saya bisa mendapatkan “semuanya”. Kebahagiaan menulis, kepuasaan batin, pertemanan yang banyak sampai kepada materi seperti uang, benda-benda berharga sebagai hadiah lomba dan yang paling tidak pernah terlupa adalah bisa memiliki “passport” sendiri karena harus terbang ke luar negeri atas nama Blogger Indonesia.

Be A Blogger is My Challenge’s Life

credit

Dengan semua yang saya dapatkan sampai saat ini, saya sama sekali tak pernah mau melepaskan predikat blogger dalam diri saya. Meskipun saat ini keburuntungan dalam dunia blogging menyusut, bukan berarti saya patah arang dan kemudian berhenti.

Be A Blogger is My Life Challenge – menjadi blogger justru tantangan hidup yang harus saya taklukkan. Saya harus terus menulis dan memberikan bacaan bermanfaat pada semua orang di dunia maya. Saya harus melampiaskan kegelisahan pikiran saya dalam tulisan yang boleh jadi menjadi inspirasi pada sebagian orang.

Saya nge-blog sebagai bentuk kreativitas saya dalam manajemen waktu. Jika dulu masih sendiri dan bisa seenaknya, sekarang sangat tidak mungkin. Blogger, housewife and full time mommy menjadi tantangan dan profesi kebanggaan saya kini.

Kebanggaan itu terkadang membawa saya dalam pertanyaan seperti ini: “Kapan profesi blogger terpampang nyata dalam kartu identitas (KTP)?” Berharap ini menjadi PR untuk Bapak Presiden yang baru bahwa blogger tidak hanya untuk suka-suka saja tetapi bisa menjadi profesi yang sejajar dengan pekerjaan lainnya. Blogger dituntut kecerdasan dalam menuangkan ide dan pemikiran sehingga dunia maya dipenuhi oleh konten-konten positif saja. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya dalam warna-warni kehidupan saya kini dan nanti. Dan yang terpenting dari semuanya adalah tantangan bagaimana mempertanggungjawabkan kelak di hadapan sang Khalik.

Jadi, kalau saya ditanya “Kenapa Saya Jadi Blogger?” jawabannya tidak akan jauh dari kesukaan saya akan tantangan.

*Selamat Hari Blogger Nasional, bagi yang merayakannya* 😀

#JustInfo

Saya teringat salah seorang kawan yang juga blogging lover, dia tidak mau disebut blogger tetapi narablog… Enjoy your life, bro!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11 Responses to “Be A Blogger is My Life Challenge”
  1. Shinta says:
  2. dafhy says:
  3. Riski Fitriasari says:
  4. indahjuli says:
  5. Lidya says:
  6. Idah Ceris says:
  7. Nurul Rahmawati says:
  8. Mahfuzh says:
  9. fifi ingewati says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *