Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Sedih. Rasa yang menyerang setiap kali memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan air mata sering mengalir sendiri tanpa dipaksa. Sesak di dada seolah ingin berlari kembali di awal Ramadhan. Ingin mengulang dan memperbaiki kualitas ibadah.

Andai ini Ramadhan terakhirku, tak ada yang kuharap selain hati ini kembali bersih dan dosa-dosa di masa lalu terampuni. Kenikmatan berjumpa dengan Rabbul’alamin, Allah Azza wa Jalla, tanpa dosa setitik pun tentu kebahagiaan yang terkira. Dan itu yang sangat diharapkan oleh seluruh manusia beriman dan yang menjalankan puasa Ramadhan dengan keikhlasan dan kesabaran.

Namun, sebagai manusia biasa, ada hal yang hendak kuwujudkan di Ramadhan tahun depan sebagai buah usaha dan doaku di Ramadhan tahun ini, meskipun mungkin saya sudah tidak menjumpainya. Keinginan itu adalah adanya sosok mungil yang lahir selamat dan mampu membanggakan orang tuanya dunia akhirat. Sosok yang kelak menjadi pemberat amal kebaikan kedua orang tuanya. Sosok yang tidak pernah letih mendoakan dan memintakan ampunan dosa untuk kedua orang tuanya.

Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Syifa Rusdiyah – Sepupu

Meskipun sosok mungil tersebut mungkin harus menjalani kehidupannya tanpa sosok Ibu kandungnya, tetapi saya yakin penjagaan-Nya jauh lebih baik dibanding selainnya. Kehadiran generasi memang dambaan siapa saja yang sudah menikah. Semua kembali pada kehendak-Nya ketika mempercayakan satu jiwa kepada pasangan suami isteri. Diberi atau tidak diberi semua pasti ada hikmahnya. Namun, harapan itu selalu ada. Dan semoga ini Ramadhan terakhir keluarga kecil kami sunyi dari tangisan bayi.

Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
6 Responses to “Andai Ini Ramadhan Terakhirku”
  1. Lidya says:
  2. Oline says:
  3. rebellina says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *