7 Langkah Raih Berkah Bulan Ramadhan

7 Langkah Raih Berkah Bulan Ramadhan – Marhaban Yaa Ramadhan. Bulan yang penuh berkah serta segala macam janji pahala sudah di depan mata. Tak ada kerinduan selain menanti bulan penuh ampunan. Tak hanya itu, situasi dan kondisi iman di setiap tahunnya dalam menghadapi bulan Ramadhan juga tentu berbeda. Bahkan anggota keluarga pun juga boleh jadi sudah tak selengkap pada Ramadhan sebelumnya.

Seperti halnya saya yang kini sudah sangat berbeda. Jika dulu masih ada bapak, sekarang sudah tidak ada, tetapi diganti dengan kenikmatan yang lain. Dan memang Ramadhan akan dan selalu dijumpai dalam keadaan berbeda setiap tahunnya. Tak hanya soal siapa yang menemani, lebih kepada kesiapan dan kelapangan iman saat menjemputnya di pintu gerbang keberkahan.

Menghadapi bulan Ramadhan tentu yang ingin dicari adalah berkahnya, bukan? Siapa nih yang nggak mau berkahnya Ramadhan? Hmm.. pasti semua ingin mendapatkan keberkahan Ramadhan yang datang setiap tahun, apalagi jika diberikan nikmat sehat yang dalam menyambutnya. Berikut ada 7 langkah dalam meraih berkah di bulan Ramadhan agar tak sia-sia merasakan lapar dan haus saja:

  • Bahagia Menyambut Bulan Ramadhan; memangnya ada yang tak bahagia dengan hadirnya bulan Ramadhan? Hmmm… pastilah ada dan semoga bukan kita yang termasuk ke dalamnya. Kebahagiaan menyambutnya karena Ramadhan jauh lebih berharga dibanding tumpukan harta yang banyaknya seluas samudera dan setinggi gunung. Orang yang tidak bahagia menyambut Ramadhan adalah orang yang merugi karena mau nggak mau di dalam pikirannya hanya ada “keterbatasan”. Yap, Ramadhan memang menjadi bulan dimana segala sesuatunya punya batas. Waktu makan ada batasnya, waktu tidur ada batasnya, dan hal-hal bersifat dunia. Namun, jika hati bahagia menyambutnya, pikiran tersebut nggak akan menyiksa apalagi merasa dibatasi.
  • Sebaiknya Makan Sahur; tidak sedikit yang menyepelekan makan sahur. Alasan lelah dan mengantuk seringkali terdengar. Padahal ada berkah di dalam makan sahur sesuai dengan hadits Muttafaqun’alaih, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makanan sahur itu terdapat barakah.” Perlu diketahui bahwa terdapat pemahaman yang keliru dan diikuti oleh mayoritas muslim(ah) saat ini, yaitu persoalan imsak. Hampir semua memahami bahwa saat imsak, maka tidak boleh lagi ada makan dan minum sambil menunggu adzan shubuh (waktu imsak dibuat berbeda dengan waktu shubuh). Padahal secara bahasa, imsak itu sendiri adalah kata lain dari puasa. Sehingga, waktu imsak sejatinya harus sama dengan waktu shubuh. Lalu, jeda waktu saat sahur menjelang shubuh yang seringkali dinamakan orang-orang dengan imsak sejatinya adalah waktu tanbihun atau peringatan. Jadi, silakan menghabiskan makanan dan minuman jika waktu masih ada (belum adzan shubuh).
  • Jangan Menunda Berbuka Puasa; jika sudah tiba waktu berbuka, maka segeralah membatalkan puasa dengan berbuka. Nah, ini seringkali saya menjadi heran. Ada yang “sok-sokan” berlama-lama puasa sehingga berbuka ditunda, padahal jika sudah masuk waktu berbuka, maka harus disegerakan untuk membasahi tenggorokan dengan makanan dan minuman yang tersedia. Menunda berbuka puasa tidak akan menambah pahala puasa seharian yang kita lakukan.
  • Membaca Doa Setelah Berbuka; hendaknya berdoa dengan: Telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap ada insya Allah” yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar.
  • Sedekah Diperbanyak; berlomba-lomba mengisi pundi-pundi pahala dengan sedekah di bulan Ramadhan itu sangat bagus. Tetapi bukan berarti bahwa bulan-bulan selain Ramadhan tidak berlomba dalam kebaikan sedekah yah. Sedekah pun akan sangat banyak ragamnya. Mulai dari sedekah di masjid, panti asuhan, panti jompo sampai kepada bersedekah makanan berbuka puasa di jalan-jalan.
  • Shalat Tarawih; bukan hal yang baru lagi bahwa salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Shalat tarawih pun tidak harus dilakukan di masjid. Bagi yang memiliki keluarga kecil, apalagi memiliki anak yang sedang dalam proses belajar tentang agama, shalat tarawih berjama’ah di rumah itu sangat dianjurkan. Hal ini akan menambah kehangatan dan keharominsan keluarga. Anak akan sangat bahagia menyambut Ramadhan karena di dalam pikirannya, kedua orang tuanya akan berkumpul dan lebih banyak di rumah untuk beribadah bersama-sama. Jadi, mari ramaikan bulan Ramadhan ini dengan tarawih yang khusyu’.
  • I’tikaf; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sendiri melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Jika ingin berusaha mendapatkan pahala berlimpah dan merasakan perpisahan yang begitu indah dengan Ramadhan, i’tikaf bisa jadi pilihan. Namun, jangan dipaksakan. Misalnya seorang ibu yang masih memiliki anak balita dan dikhawatirkan saat i’tikaf bisa mengganggu, bisa tidak dilakukan.

7 langkah meraih berkah bulan Ramadhan di atas akan menyempurnakan sebulan penuh puasa kita. Asalkan dilakukan dengan benar-benar niat ikhlas dan sangat berharap atas rahmatNya. Semua kembali pada kesanggupan raga dan keyakinan iman kita pada setiap kenikmatan Ramadhan. Semoga berkah benar-benar tercurah untuk kita pada Ramadhan tahun ini. Aaamiiinnn yaa Rabbal’alamiiin.

7 Langkah Raih Berkah Bulan Ramadhan

credit

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
16 Responses to “7 Langkah Raih Berkah Bulan Ramadhan”
  1. Wandiawan Blog says:
  2. anak unsri says:
  3. Lidya says:
    • Chemist Rahmah says:
  4. Heru Piss says:
    • Chemist Rahmah says:
  5. Ejawantah Wisata says:
  6. kickymaulana says:
  7. Puspita says:
  8. harisspirit says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *